Jumat, 18 Juni 2010

Setan Dalam Kepercayaan

dalam pemikiran konvensional, Setan adalah suatu makhluk jahat murni. Dalam mitologi keagamaan dan kepercayaan pada dasarnya unsur kejahatan terdiri dari iblis dan banyak antek-antek yang berupa mahluk-mahluk halus. diceritakan dalam beberapa kitab suci tempat tinggal mahluk yang bernama Setan tidak di akhirat namun juga berada di bumi bersama manusia hanya berbeda dimensi.

Sejarah setan sendiri banyak terdapat kisah dalam beberapa kitab suci keagamaan. Satu kesamaan pandangan bahwa asal mula mahluk setan adalah berasal dari satu mahluk yang bernama Iblis atau dalam kepercyaan agama Kristen dikenal dengan sebutan Lucifer. Dahulu lucifer adalah salah satu malaikat kepala, setelah berbeda pendapat dengan Allah karena tidak mau tunduk dan menghormati Adam, maka lucifer atau iblis dikutuk untuk memerintah dunia bawah. Dalam kepercayaan Islam Iblis diberikan umur panjang sampai pada waktunya nanti ajal akan menjemput seiring kiamat.

Salah satu temuan penting dalam suatu penelitian banyak jenis atau nama setan yang terdokumentasi, dalam hierarki mereka di mana setiap setan memiliki nama dan karakteristik yang unik. Dalam kepercayaan Yunani Kuno, dewa-dewa kecil daimons dipercaya mempunyai sisi baik atau jahat. Banyak agama-agama Timur mengenali sejumlah setan-setan yang berbeda. Sebagai contoh, dalam agama Budha memiliki Mira, yang terkandung segala yang jahat dalam tubuh dan nafsu manusia sedangkan setan India dipimpin dan berasal dari Rahwana yang kuat ia menculik dewi sinta yang pada akhirnya bisa dikalahkan oleh Rama dan hanoman.

Dalam pandangan modern, yang dimaksud dengan setan bukanlah gambaran suatu mahluk. Namun lebih kepada penggambaran sifat dan sisi jahat manusia. Sama halnya ketika sisi baik manusia digambarkan sebagai sifat malaikat. Penemuan tentang dimensi gaib yang berisikan roh-roh jahat belum bisa dibuktikan, walaupun fenomena secara supranatural sudah sering ada dalam kehidupan manusia.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar